Kamis, 26 Mei 2011

ZUHUD - Dunia Ladang Bagi Akhirat


إنما الدنيا إلى الجنة والنار طريق والليالي متجر الإنسان والأيام سوق
“Sesungguhnya dunia adalah jalan menuju Surga dan Neraka Malamnya adalah tempat perniagaan manusia dan hari-harinya adalah pasar.”

DEFINISI ZUHUD TERHADAP DUNIA

Banyak sekali perkataan-perkataan para Salaf di dalam mendefinisikan zuhud terhadap dunia, dan keseluruhannya berputar kepada ketiadaan hasrat kepada dunia dan kekosongan hati dari ketergantungan terhadap dunia.

v        Berkata Imam Ahmad :
الزهد في الدني : قصر الأمل
Zuhud terhadap dunia adalah pendek angan-angan”.

v        Berkata Abdul Wahid bin Zaid :
الزهد في الدني والدرهام
Zuhud adalah terhadap dunia dan dirham”.

v        Al-Junaid ditanya mengenai zuhud, beliau berkata :
استسغار الدني, ومحو آثارها من القلب
Zuhud adalah menganggap dunia itu kecil dan menghilangkan bekasnya dari hati”.

v        Berkata Abu Sulaiman Ad-Darani :
الزهد : ترك ما يشغل عن الله
Zuhud adalah meninggalkan apa-apa yang menyibukkanmu dari Allah

v        Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah :
الزهد ترك ما لا ينفع في الآخرة الورع ترك ما تخاف ضرره في الآخرة
Zuhud adalah meninggalkan apa-apa yang tak berfaidah bagi akhirat, wara’ adalah meninggalkan apa-apa yang membuatmu takut akan bahayanya terhadap akhirat. Ibnul Qayyim telah menganggapnya baik sekali pernyataan Syaikhul Islam ini”.

v        Berkata Ibnul Qayyim :
والذي أجمع علبه العارفون : أن الزهد سفر القلب من وطن الدني, وأخذه في منازل الآخرة
Orang-orang bijaksana telah bersepakat bahwa zuhud adalah menyingkirnya hati dari negeri dunia, dan membawanya kepada negeri akhirat”.

Maka dimanakah gerangan para musafir yang hatinya tertambat kepada Allah?
Dimanakah gerangan para pejalan yang hendak menuju ke tempat yang mulia dan derajat yang tinggi?
Dimanakah gerangan para perindu surga dan penuntut akhirat?

ZUHUD DI DALAM AL-QUR’AN

Berkata Imam Ibnul Qayyim : Al-Qur’an dipenuhi dengan anjuran zuhud terhadap dunia, berita akan kehinaan dunia dengan segala kekurangannya, keberakhirannya dan kesegeraan kebinasaannya, dan berisi tentang anjuran berhasarat kepada akhirat, berita akan kemuliaannya dan kekekalannya.
Di antara ayat-ayat yang mendorong bersikap zuhud di dunia adalah :

v    Ayat 1 :
اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”. (Al-Hadid 57 : 20)

v    Ayat 2 :
زين للناس حب الشهوات من النساء والبنين والقناطير المقنطرة من الذهب والفضة والخيل المسومة والأنعام والحرث ذلك متاع الحياة الدنيا والله عنده حسن المآب
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”. (Ali 'Imran 3 : 14)

v    Ayat 3 :
من كان يريد حرث الآخرة نزد له في حرثه ومن كان يريد حرث الدنيا نؤته منها وما له في الآخرة من نصيب
“Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.” (Asy-Syuuraa 42 : 20)
v    Ayat 4 :
قل متاع الدنيا قليل والآخرة خير لمن اتقى ولا تظلمون فتيلا
“Katakanlah: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun”. (An Nisaa’ 4 : 77)

v    Ayat 5 :
بل تؤثرون الحياة الدنيا والآخرة خير وأبقى
“Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal”.
(Al A'laa 87 : 16-17)

HADITS-HADITS MENGENAI ZUHUD

Adapun hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam yang mendorong kepada zuhud terhadap dunia, menganggap kecil dunia dan menjauhkan diri dari dunia adalah banyak, di antara :

v    Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam kepada Ibnu 'Umar Radhiallahu :
كن في الدني كأنك غريب أو عابر سبيل
Jadilah engkau di dunia ini seolah-olah orang yang asing dan seorang pengembara.” (HR. Bukhari).
Turmudzi menambahkan dalam riwayatnya :
وعدّ نفسك من أهل القبور
Dan persiapkanlah dirimu sebagai ahli kubur”.

v    Bersabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam :
الدني سجت المؤمن و جنة الكافر
Dunia adalah penjaranya seorang mukmin dan surganya orang kafir.” (HR Muslim).

v    Bersabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam secara jelas tentang kerendahan dunia :
ما الدني في الآخرة إلا مثل ما يجعل أحدكم أصبعه في اليم, فلينظر بما يرجع
Tidaklah dunia dibandingkan akhirat melainkan ibarat seseorang di antara kalian yang memasukkan jari-jemarinya ke dalam lautan samudera, maka lihatlah apa yang diperoleh darinya.” (HR Muslim).

v    Bersabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam :
ما لي وللدني, إنما مثلي ومثل الدني كمثل راكب أي نوم - في ظلّ شجرة, ثم راح وتركها
Apakah urusanku dengan dunia ini, sesungguhnya perumpamaanku dan perumpamaan dunia ibarat seorang pengembara yang sedang tidur di bawah naungan pohon pada hari yang panas, kemudian beristirahat lalu meninggalkannya.” (HR Turmudzi dan Ahmad dan haditsnya Shohih)

v    Bersabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam :
لو كانت الدني تزن عند الله جناح بعوضة, ما سقى كافرا منها شربة ماء
Seandainya dunia seberat sayap nyamuk di sisi Allah, maka Allah tidak akan memberikan kepada orang kafir air minum sedikitpun.” (HR Turmudzi dan beliau menshahihkannya).

v    Bersabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam :
ازهد في الدني يحبك الله, وازهد فيما في أيدي الناس يحبك الناس
Zuhudlah engkau di dunia maka Allah akan mencintaimu, dan zuhudlah engkau terhadap apa yang dimiliki manusia niscaya mereka mencintaimu.” (HR Ibnu Majah dan Albani menshohihkannya).

v    Bersabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam :
اقتربت الساعة ولا يزداد الناس على الدني إلا حرصا, ولا يزدادون من الله إلا بعدا
Kiamat telah dekat, dan tidaklah bertambah kecuali manusia semakin rakus terhadap dunia, dan tidak bertambah melainkan mereka semakin jauh dari Allah.” (HR Hakim dan Albani menghasankannya).

HAKIKAT ZUHUD TERHADAP DUNIA

Zuhud terhadap dunia adalah sebagaimana yang diamalkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam dan sahabat-sahabat beliau. Zuhud bukanlah mengharamkan hal-hal yang baik dan mengabaikan harta, tidak pula zuhud itu berpakaian dengan pakaian yang kumal penuh tambalan.
Zuhud bukanlah duduk bersantai-santai di rumah dan menunggu sedekah, karena sesungguhnya amal, usaha dan mencari nafkah yang halal adalah ibadah yang akan mendekatkan seorang hamba kepada Allah, dengan syarat menjadikan dunia hanya pada kedua tangannya tidak menjadikannya di dalam hatinya. Jika dunia itu terletak di tangan hamba bukan di hatinya, sama menurut pandangannya baik ketika ia sejahtera maupun sengsara. Tidaklah ia bersuka cita dengan kesejahteraannya dan tidaklah pula ia berduka cita dengan kesengsaraannya.
Berkata Ibnul Qayyim dalam mensifati hakikat zuhud : “Tidaklah yang dimaksud dengan zuhud adalah menolak dunia, seperti kekuasaan, adalah Sulaiman dan Dawud ‘alaihima salam adalah termasuk orang terzuhud pada masanya, namun mereka memiliki harta, kerajaan dan para istri.
v        Nabi kita, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Salam adalah manusia yang paling zuhud secara mutlak dan beliau memiliki sembilan istri.
v        Ali bin ‘Abi Tholib, Abdurahman bin ‘Auf, Zubair bin Awwam dan 'Utsman bin ‘Affan Radhiallahu ‘anhum, walaupun termasuk orang-orang yang zuhud namun mereka adalah orang-orang yang berharta.
v        Adalah termasuk kebaikan apa yang dikatakan tentang zuhud, perkataan yang baik atau selainnya, yaitu tidaklah termasuk zuhud terhadap dunia dengan mengharamkan yang halal dan mengabaikan harta. Namun, zuhud adalah menjadikan apa-apa yang di tangan Allah lebih kau yakini daripada apa-apa yang ada pada tanganmu.
v     Datang seorang lelaki kepada Al-Hasan dan berkata : Aku punya tetangga yang tidak mau makan ‘Faludzaj’ (semacam pudding atau agar-agar, pent.). Berkata Hasan : Mengapa tidak mau? Orang itu menjawab : tetanggaku berkata, aku tak mampu memenuhi terima kasihnya. Berkata Hasan: Sesungguhnya tetanggamu itu jahil, apakah ia membalas terima kasihnya air yang dingin?!

URGENSI ZUHUD

Sesungguhnya zuhud terhadap dunia tidaklah sebatas perkataan-perkataan yang disukai semata, namun zuhud merupakan perkara yang harus bagi setiap orang yang menghendaki Ridha Allah ' beserta ganjaran surganya, mencukupkan diri dengan keutamaannya yang mana zuhud merupakan ikhtiarnya Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan para sahabatnya. Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah : Tidaklah sempurna hasrat kepada akhirat kecuali dengan zuhud terhadap dunia. Lebih memuliakan dunia daripada akhirat akan berimplikasi kerusakan pada keimanannya, atau pada akalnya, atau bahkan pada kedua-duanya.
Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam mengesampingkan dunia di belakang punggungnya, demikian pula sahabat-sahabatnya, mereka menjauhkan hatinya dari dunia, mereka memperingatkan darinya dan tidak condong kepadanya, memusuhinya laksana penjara baginya bukan sebagai surga. Mereka zuhud dengan sebenar-benarnya zuhud, walaupun mereka ingin meraih segala rupa yang dicintai dari dunia, dan mencapai segala hal yang disukainya. Akan tetapi mereka mengetahui bahwa dunia itu negeri duka cita bukan negeri suka cita, mereka mengetahui bahwa dunia itu laksana awan pada musim panas yang akan lenyap sedikit demi sekdikit, ibarat impian khayalan yang takkan menyempurnakan kunjungan hingga diizinkan baginya bepergian.

MACAM-MACAM ZUHUD

Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah : Zuhud itu bermacam-macam, di antaranya :
1.    Zuhud terhadap perkara yang haram, dan hukumnya adalah fardhu ‘ain.
2.    Zuhud terhadap syubuhat. Hukumnya menurut tingkatan kesyubuhatannya. Jika syubuhatnya kuat, maka hukumnya wajib dan jika syubuhatnya lemah, maka hukumnya mustahab/sunnah.
3.    Zuhud dalam hal keutamaan, yaitu zuhud terhadap apa-apa yang tak bermanfaat dari ucapan, pandangan, pertanyaan , pertemuan, ataupun lainnya.
4.    Zuhud terhadap manusia.
5.    Zuhud terhadap diri sendiri, dengan cara mempermudah dirinya dalam beribadah di jalan Allah.
6.    Zuhud terhadap perkara keseluruhan, yaitu zuhud terhadap perkara-perkara selain untuk Allah dan setiap perkara yang menyibukkanmu dari diri-Nya.
Dan zuhud yang paling utama adalah memelihara zuhud itu sendiri… hati yang bergantung pada syahwat maka tidak sah zuhud dan wara’nya.

PERKATAAN SALAF TENTANG ZUHUD

v    Berkata Ali bin Abi Tholib radhiallahu ‘anhu :
إن الدني قد ارتحلت مدبرة, وإن الآخرة قد ارتحلت مقبلة و ولكل منهما بنون, فكونوأ من أبناء الآخرة, ولاتكونوا من أبناء الدنيا, فإن اليوم عمل ولا حساب, وغدا حساب ولا عمل. وتزودوا فإن خير الزاد التقوى
Artinya : “Sesungguhnya dunia telah beralih ke belakang dan akhirat telah beralih ke hadapan, pada tiap-tiap keduanya terdapat anak-anaknya. Maka jadilah anak-anak akhirat dan jangan jadi anak-anak dunia. Sesungguhnya hari ini adalah untuk beramal bukan hisab, dan esok adalah hari penghisaban bukan untuk amal. Berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa.

v    Isa bin Maryam ‘alahi salam berkata :
اعبروها ولا تعمروها
Berlalulah di dunia ini dan janganlah mendiaminya

v    Beliau berkata lagi :
من ذا الذي يبني على موج البحر دارا؟ تلكم الدني فلا تتخذوها قرار
Siapakah gerangan yang membangun kampung di atas gelombang lautan? Yang menghantam dunia maka janganlah kau jadikan tempat tinggalmu.

v    Berkata Abdullah bin 'Aun :
إن من كان قبلنا كانوا يجعلون للدنيا ما فضل عن آخرتكم, وإنكم تجعلون لآخرتكم ما فضل عن دينكم.
Sesungguhnya orang-orang sebelum kita dahulu menjadikan dunianya tidak lebih utama daripada akhirat, dan kalian menjadikan bagi akhirat kalian tidak lebih utama dari dunia kalian.”
Aku (penulis) berkata : Hal tersebut terjadi di zaman Abdullah bin 'Aun, adapun sekarang, sesungguhnya banyak manusia telah zuhud terhadap akhirat bahkan terhadap keutamaannya!!

SEBAB-SEBAB MEMPEROLEH ZUHUD

1.          Memandang dunia akan kesegeraan keber-akhirannya, kefana’annya, kekurangannya, kehinaannya dan penuh sesaknya akan kesedihan, kesusahan dan kepayahan di dalamnya.
2.          Memandang akhirat akan kesejahteraannya, kedatangannya yang pasti, kelanggengannya, kekekalannya dan kemuliaan di dalamnya yang penuh kebaikan-kebaikan.
3.          Memperbanyak mengingat kematian dan negeri akhirat.
4.          Mengantarkan jenazah sembari memikirkan penderitaan orang tua kita dan saudara-saudara kita. Mereka tidak membawa sesuatu apapun ke kuburan-kuburan mereka dari harta dunia, dan tidaklah pula bermanfaat kecuali amal-amal sholeh mereka.
5.          Mencurakan segalanya demi akhirat, menetapinya dengan ketaatan kepada Allah dan mengisi waktu-waktunya dengan dzikir kepada Allah dan membaca Al-Qur’an.
6.          Lebih mendahulukan maslahat-maslahat agama di atas maslahat-maslahat dunia.
7.          Berderma, berinfak dan memperbanyak sedekah.
8.          Meninggalkan majlisnya ahli dunia dan menyibukkan diri dengan majelis-majelis akhirat.
9.          Sederhana dalam makan, minum, tidur, tertawa dan bercanda.
10.      Menelaah kisah-kisah para zahidin terutama sirah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam dan para sahabatnya.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبح وسلم
Semoga sholawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan kepada sahabat-sahabatnya.


Nasehat Kematian


كُلُّ نَفۡسٍ۬ ذَآٮِٕقَةُ ٱلۡمَوۡتِ‌ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوۡنَ أُجُورَڪُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَـٰمَةِ‌ۖ فَمَن زُحۡزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدۡخِلَ ٱلۡجَنَّةَ فَقَدۡ فَازَ‌ۗ وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلۡغُرُورِ 
Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah pahala-pahalamu disempurnakan barangsiapa yang diselamatkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sesungguhnya dia telah beruntung. Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Ali-Imran : 185).

Ada serangkai sya’ir berkilah :
Siapkan pundi-pundi bekalmu
Untuk masa yang pasti menantimu
Bila kematian datang menjemputmu
Sampailah sudah batas hayatmu
Tibalah saatnya kau bertaubat
Dari segala perilaku jahat
Hendaklah waspada wahai umat
Sebelum ajalmu dijemput malaikat
Di hari kiamat kau akan menyesal
Karena kau pergi tanpa bekal
Di tempat yang selalu dirundung sial
Peristiwa yang menanti di balik ajal
Tidakkah anda merasa kecewa
Sahabatmu yang senyum ceria
Karena bekal yang cukup tersedia
sedang dirimu haus dahaga

Kisah Masuk Islamnya Seorang Amerika


PERNYATAAN SEORANG MANTAN PENYANYI INTERNASIONAL SETETELAH MASUK ISLAM

     Surat kabar AL-MADINAH AL-MUNAWWARAH melaporkan tentang CAT STEVENS seorang penyanyi kaliber internasional yang setelah masuk Islam ia memberi nama dirinya dengan “YUSUF ISLAM”. Dalam laporan itu terdapat pernyataan-pernyataan penting, di antaranya sebagai berikut :
1.      Terpuruknya orang barat setelah saya berhenti menyanyi sejak saya masuk Islam. Mereka bertanya-tanya bagaimana saya bisa berubah. Semua alat komunikasi dan mass media membisu dan pura-pura tidak mengerti keadaan saya dan tidak merengek di belakang saya untuk meminta saya agar kembali seperti semula, karena para karyawan penerangan di barat semuanya adalah yahudi dan merekalah yang memegang semua kuncinya.
2.      Sebabnya aku masuk Islam ialah setelah temanku ziarah ke Masjid Aqsha ia lalu memberikan hadiah kepadaku dua exemplar Al-Qur’an. Yang satu berbahasa Arab dan yang satu lagi diterjemahkan dalam bahasa inggris. Ia memberikan hadiah kepadaku karena aku menaruh prehatian besar kepada agama samawi. Kemudian saya pelajari sendiri Al-Qur’an itu sampai selesai. Setelah itu saya mempelajari riwayat hidup Muhammad r yang akhirnya saya benar-benar terpengaruh dengan kepribadian Rasululloh. Sesudah satu setengah tahun saya pelajari Islam secara ilmiyah saya puas terhadap kebesarannya dan saya berkesimpulan bahwa Islam adalah agama yang benar dan alhamdulillah saya dapat memeluk agama Islam.
3.      Saya pergi ke Al-Quds sehingga orang Islam di sana merasa gembira atas kedatangan saya. Saya shalat dan menangis di Masjid Aqsha ini. Perlu diketahui bahwa Al-Quds merupakan jantung hati dunia Islam. Apabila ia sakit maka seluruh dunia Islam ikut sakit dan apabila ia sehat maka seluruhnya juga akan sehat. Karena itu kita harus membebaskanya dari penjajahan musuh Israil.
4.      Bangsa Paletina harus selalu taat kepada agama dan menjaga shalat, sehingga kalau demikian saya yakin bahwa Allah akan menolongnya.
5.      Orang-orang Islam di Masjid Aqsha berkata kepada saya bahwa merokok hukunya haram. Karena itu saya tidak mau lagi merokok, meminum-minuman keras, bergaul bebas dengan wanita dan berhenti pula dari menyanyi dan musik.
6.      Saya memilih wanita yang muslimah dan menutup auratnya karena karena kecantikan bukanlah hal yang prinsip, yang lebih penting adalah iman dan akhlak.
7.      Saya sekarang belajar bahasa Arab agar dapat membaca dan memahami Al-Qur’an sehinnga menikmati ayat-ayatnya serta maknanya. Saya akan mengarang buku tentang keagungan/kebesaran Islam dengan menggunakan popularitas nama saya agar bermanfaat dalam da’wah Islamiyah.
8.      Saya berkeyakinan bahwa shalat pada waktunya adalah rukun Islam yang paling penting dan menjaganya adalah benteng terkuat bagi manusia dan Islamnya, dan setiap selesai shalat saya merasa tenang dan tenteram yang luar biasa.

Terahir saya (penulis) mendengar bahwa “Yusuf Islam” menetap di Inggris, berda’wah untuk Islam dan mempunyai masjid sendiri. Kaum muslimin berkumpul di sekitarnya dan mendukungnya. Sungguh dia telah mengalahkan kaum muslimin dalam berpegang teguh dan mencintai Islam. Semoga Allah melimpahkan taufik dan ketetapan baginya, memberkahinya dan memberkahi kaum muslimin yang beramal sepertinya.

Minggu, 22 Mei 2011

Rahasia Dibalik Kemarahan

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلۡڪَـٰظِمِينَ ٱلۡغَيۡظَ وَٱلۡعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ‌ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِينَ

"(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan". (QS. Ali Imron 3:134)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوْصِنِي، قَالَ : لاَ تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَاراً، قَالَ: لاَ تَغْضَبْ
 Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu sesungguhnya seseorang bertanya kepada Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam : (Ya Rasulullah) nasihatilah saya. Beliau bersabda : Jangan kamu marah. Maka Lelaki tersebut menanyakan hal itu berkali-kali. Maka beliau bersabda : Jangan engkau marah. (HR. Bukhari )
 
Sungguh, tak ada satu pun perkara di dunia ini yang luput dari pengetahuan Allah. Setiap perintah-Nya selalu meninggalkan hikmah. Tak terkecuali perintah untuk saling memaafkan kesalahan dan menahan amarah.

Marah merupak proses ketidakseimbangan yang terjadi pada pikiran manusia yakni berupa hilangnya kemampuan untuk berpikir sehat. Atas alasan inilah, barangkali kenapa Sayyid Mujtaba M.L. mengungkapkan kejahatan merupakan perwujudan dari kepribadian yang tidak seimbang. Ketika seorang individu kehilangan pengawasan atas akalnya, maka ia juga akan kehilangan kendali atas kehendak dan dirinya sendiri. Manusia tersebut tidak hanya lepas dari kendali akal, tetapi juga kehilangan perannya sebagai unsur yang produktif dalam kehidupan dan pada gilirannya berubah menjadi makhluk sosial yang berbahaya.

Dampak Marah Bagi Kesehatan

Merusak Jantung

Baru-baru ini, Journal of the American College of Cardiology mengeluarkan karya ilmiah bertajuk hubungan antara marah dengan penyakit jantung.
Yoichi Chida, MD, Ph.D dari Departemen Epidemiologi dan Kesehatan Masyarakat, University College, London mengemukakan bahwa marah dan sikap permusuhan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner sebesar 19% pada orang sehat. Pada mereka yang sudah punya riwayat penyakit jantung sebelumnya, peningkatan ini mencapai 24%.

Membahayakan Paru-Paru

Selain dengan penyakit jantung, marah dan sikap permusuhan juga berkaitan dengan kematian, asma, dan paru-paru. Tingkat sikap permusuhan yang tinggi semakin mempercepat terjadinya penurunan alami fungsi paru-paru. Kesimpulan tersebut merupakan hasil analisis terhadap penelitian US Normative Aging Study kepada 670 laki-laki.
Setiap kenaikan satu poin skor permusuhan (satuan tingkat permusuhan), setara dengan hilangnya FEV1 sebanyak 9 ml pertahun. FEV1 merupakan ukuran kekuatan paru-paru,yang dihitung dari volume udara yang dapat dihembuskan paru-paru per detik.

Boleh Marah Asal Tidak Berlebihan :

Tidak dibenarkan seorang Muslim untuk menghindar (tidak bertegur sapa) dengan orang Muslim yang lain lebih dari tiga hari, barang siapa yang menghindar lebih tiga hari lalu dia mati, maka dia akan memasuki neraka (HR.Abu Daud).
Hadist tersebut menunjukkan bahwa Islam memberikan sebuah toleransi akan tabiat marah pada seorang muslim.
Contohnya adalah Kemarahan Nabi SAW kepada istrinya Aisyah dan Hafsah maupun kemarahan oleh Ali Bin Abi Thalib terhadap istrinya Fatimah putri Nabi SAW.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah marah kepada istri beliau ‘Aisyah dan Hafshah, sampai beliau memberikan takhyir (pilihan) kepada keduanya dan kepada istri-istri beliau yang lain: apakah tetap bersama beliau ataukah memilih dunia. Kemudian seluruh istri beliau lebih memilih bersama beliau. (HR.Bukhari & Muslim)

Telah diceritakan oleh Sahl bin Sa’d As-Sa’idi radhiyallahu 'anhu, dia berkata: “Nama yang paling disukai oleh ‘Ali adalah Abu Turab. Dia senang sekali dengan nama yang diberikan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam itu. Suatu hari, ‘Ali marah kepada Fathimah, lalu dia keluar dari rumah menuju masjid dan berbaring di dalamnya. Bertepatan dengan kejadian tersebut Rasulullah datang ke rumah putrinya, Fathimah, namun beliau tidak mendapatkan ‘Ali di rumah. “Mana anak pamanmu itu?”, tanya beliau. “Telah terjadi sesuatu antara aku dan dia, dan dia marah padaku lalu keluar dari rumah. Dia tidak tidur siang di sisiku,” jawab Fathimah. Rasulullah berkata kepada seseorang: “Lihatlah di mana Ali.” Orang yang disuruh tersebut datang dan mengabarkan: “Wahai Rasulullah, dia ada di masjid sedang tidur.” Rasulullah mendatanginya, yang ketika itu ‘Ali sedang berbaring dan beliau dapatkan rida`-nya (kain pakaian bagian atas) telah jatuh dari punggungnya. Mulailah beliau mengusap pasir dari punggungnya seraya berkata: “Duduklah wahai Abu Turab. Duduklah wahai Abu Turab.” (HR.Bukhari & Muslim)

Cara Mengatasi Marah

Pertama, bila Anda sedang marah maka hendaklah membaca "ta'awwudz" (memohon perlindungan) kepada Allah SWT, sebab pada hakikatnya perasaan marah yang tidak terkendali adalah dorongan setan. Nabi saw. bersabda, "Apabila salah seorang di antaramu marah maka katakanlah: 'Aku berlindung kepada Allah', maka marahnya akan menjadi reda". (HR Abi Dunya).

Kedua, bila Anda sedang marah maka berusahalah untuk diam atau tidak banyak bicara, sebagaimana sabda Nabi saw., "Apabila salah seorang di antara kamu marah maka diamlah." (HR Ahmad).

Ketiga, “Apabila salah seorang dari kalian marah dalam kondisi berdiri maka hendaknya dia duduk. Kalau marahnya belum juga hilang maka hendaknya dia berbaring.” (HR. Ahmad, Shohih).

Keempat, bila upaya ta'awwudz, diam, duduk, dan berbaring tidak mampu mengendalikan amarah Anda, maka upaya terakhir yang bisa dilakukan adalah dengan cara berwudu atau mandi. Sebagaimana sabda Nabi saw., "Sesungguhnya marah itu dari setan dan setan terbuat dari api. Dan api hanya bisa dipadamkan oleh air. Oleh karena itu, apabila seorang di antaramu marah maka berwudulah atau mandilah." (HR Ibnu Asakir, Mauquf).

Pahala Menahan Marah

Barang siapa yang dapat menahan marahnya, padahal dia sanggup buat melampiaskannya, maka Allah swt, akan memanggil orang itu di hadapan kepala-kepala mahluk pada hari kiamat hingga diperintahkan untuk memilih padanya berupa bidadari manakah yang ia kehendaki. (HR. Abu Daud).
 “Orang yang kuat itu bukanlah orang yang kuat bergulat, tetapi orang yang kuat itu adalah orang yang dapat menahan amarahnya”.(HR. Bukhari & Muslim)

“Setiap kita marah maka 60 detik kita telah kehilangan kebahagiaan”

Semoga kita mampu menjadi insan-insan yang dapat menahan amarahnya sehingga ketika kemarahan tersebut datang kita dapat seribu kali untuk memikirkan akan dampak yang ditimbulkan. Wallahu a'lam




 


Senin, 09 Mei 2011

Keutamaan Shalat Dhuha

Sholat Dhuha – Sebelum kita mempelajari lebih jauh tentang bacaan doa shalat dhuha, terlebih dahulu kita pelajari pengertian shalat dhuha, manfaat shalat dhuha dan tata cara melaksanakan shalat dhuha. Ya, walaupun Anda mungkin sudah tahu tentang shalat dhuha, namun tidak jarang juga dari mereka yang belum tahu apa itu shalat dhuha. Dan bagi Anda yang sudah tahu, tidak ada salahnya untuk mempelajari kembali agar lebih paham.

Pengertian Shalat Dhuha
Shalat Dhuha adalah shalat sunah yang dilakukan setelah terbit matahari sampai menjelang masuk waktu zhuhur. Afdhalnya dilakukan pada pagi hari disaat matahari sedang naik ( kira-kira jam 9.00 ). Shalat Dhuha lebih dikenal dengan shalat sunah untuk memohon rizki dari Allah, berdasarkan hadits Nabi : ” Allah berfirman : “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang ( Shalat Dhuha ) niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya “ (HR.Hakim dan Thabrani).

Hadits Rasulullah SAW terkait Shalat Dhuha
  • Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana disurga” (H.R. Tirmiji dan Abu Majah)
  • “Siapapun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (H.R Tirmidzi)
  • “Dari Ummu Hani bahwa Rasulullah SAW shalat dhuha 8 rakaat dan bersalam tiap dua rakaat.” (HR Abu Daud)
  • “Dari Zaid bin Arqam ra. Berkata,”Nabi SAW keluar ke penduduk Quba dan mereka sedang shalat dhuha‘. Beliau bersabda,?Shalat awwabin (duha‘) berakhir hingga panas menyengat (tengah hari).” (HR Ahmad Muslim dan Tirmidzi)
  • “Rasulullah bersabda di dalam Hadits Qudsi, Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat shalat dhuha, karena dengan shalat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR Hakim & Thabrani)
  • “Barangsiapa yang masih berdiam diri di masjid atau tempat shalatnya setelah shalat shubuh karena melakukan i’tikaf, berzikir, dan melakukan dua rakaat shalat dhuha disertai tidak berkata sesuatu kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun banyaknya melebihi buih di lautan.” (HR Abu Daud)
Manfaat dan Makna Shalat Dhuha
Ada yang mengatakan bahwa shalat dhuha juga disebut shalat awwabin. Akan tetapi ada juga yang mengatakan bahwa keduanya berbeda karena shalat awwabin waktunya adalah antara maghrib dan isya.
Waktu shalat dhuha dimulai dari matahari yang mulai terangkat naik kira-kira sepenggelah dan berakhir hingga sedikit menjelang masuknya waktu zhuhur meskipun disunnahkan agar dilakukan ketika matahari agak tinggi dan panas agak terik.
Adapun diantara keutamaan atau manfaat shalat dhuha ini adalah apa yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud dan Ahmad dari Abu Dzar bahwa Rasulullah saw bersabda,”Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab setiap kali bacaan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh orang lain agar melakukan amal kebaikan adalah sedekah, melarang orang lain agar tidak melakukan keburukan adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu maka cukuplah mengerjakan dua rakaat shalat dhuha.”
Juga apa yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud dari Buraidah bahwa Rasulullah saw bersabda,”Dalam tubuh manusia itu ada 360 ruas tulang. Ia harus dikeluarkan sedekahnya untuk tiap ruas tulang tersebut.” Para sahabat bertanya,”Siapakah yang mampu melaksanakan seperti itu, wahai Rasulullah saw?” Beliau saw menjawab,”Dahak yang ada di masjid, lalu pendam ke tanah dan membuang sesuatu gangguan dari tengah jalan, maka itu berarti sebuah sedekah. Akan tetapi jika tidak mampu melakukan itu semua, cukuplah engkau mengerjakan dua rakaat shalat dhuha.”
Didalam riwayat lain oleh Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairoh berkata,”Nabi saw kekasihku telah memberikan tiga wasiat kepadaku, yaitu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, mengerjakan dua rakaat dhuha dan mengerjakan shalat witir terlebih dahulu sebelum tidur.”
Jumhur ulama mengatakan bahwa shalat dhuha adalah sunnah bahkan para ulama Maliki dan Syafi’i menyatakan bahwa ia adalah sunnah muakkadah berdasarkan hadits-hadits diatas. Dan dibolehkan bagi seseorang untuk tidak mengerjakannya.

Cara Melaksakan Shalat Dhuha :
Shalat Dhuha minimal dua rakaat dan maksimal duabelas rakaat, dilakukan secara Munfarid (tidak berjamaah), caranya sebagai berikut:
• Niat didalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram
• “Aku niat shalat sunah Dhuha karena Allah”
• Membaca doa Iftitah
• Membaca surat al Fatihah
• Membaca satu surat didalam Alquran.Afdholnya rakaat pertama surat Asysyams dan rakaat kedua surat Allail
• Ruku’ dan membaca tasbih tiga kali
• I’tidal dan membaca bacaanya
• Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali
• Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaannya
• Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali
• Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali. Rakaat-rakaat selanjutnya dilakukan sama seperti contoh diatas.

Bacaan Doa Sholat Dhuha Lengkap Bahasa Arab – Bahasa Indonesia dan Artinya

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBADIKASH SHALIHIN.

Artinya: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.

Semoga Bermanfaat..

Template by : Pesantren Facebook Inspiratif : kendhin x-template.blogspot.com